Label

Senin, 17 Oktober 2011

NASIHAT Ramadhan (10): Puasa Berantas Penyakit Mematikan


Beberapa faedah puasa dan kebaikannya dalam menjaga kesehatan manusia dan mencegah penyakit. Sebagaimana kita tahu, terlalu banyak kematian sekarang ini karena penyakit dan banyak yang meninggal dalam usia muda. Umumnya, pembunuh utamanya adalah jantung, stroke, kanker, darah tinggi, dan sebagainya, yang sumber utamanya dari makanan kita sendiri.  Sesuailah dengan hadits Nabi SAW, “Perut ialah rumah penyakit dan puasa adalah raja segala obat“.
SEMUA perintah Allah SWT yang Dia syariatkan, pasti mengandungi faedah dan manfaat, begitu juga dengan semua yang dilarang oleh Allah SWT, pasti karena adanya kemudharatan dan bahaya bagi hambaNya, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Baik dipahami mau pun tidak, baik di sadari ataupun tidak. Semua perintah dan larangan Allah SWT ada HIKMAHnya.

Begitu juga dengan puasa Ramadhan yang kita jalani, pasti mengandung manfaat dan faedah. Walaupun masih ada orang yang kalah dengan nafsunya, beranggapan bahwa puasa itu hanya sebagai beban yang memberatkan, atau hanya ujian keimanan dari Allah, atau hanya sekadar suatu amalan ibadah yang berhak dihargai dengan suatu balasan dan pahala, atau hanya sekadar untuk latihan pengekangan nafsu atau hanya sekadar untuk mengangkat manusia dari derajat hayawan.
Di dalam agama lain pun, ada perintah untuk penganutnya agar berpuasa, hanya caranya saja yang berlainan dengan Islam. Ada agama yang berpuasa tapi bukan menahan lapar dengan tidak makan, tetapi hanya makan dan minum dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasa. Itu masih tidak relevan untuk dipanggil puasa, dan tiada hikmah apa pun. Karena puasa yang berhikmah adalah puasa dengan tidak makan dari subuh hingga maghrib, dengan mengistirahatkan perut dari bekerja sepanjang tahun.
Kajian Sains dan Ilmu Modern
Para ilmuan telah membuktikan bahwa puasa dapat membuang toksin/racun dari badan dan secara tidak langsung dapat meningkatkan sistem imunisasi tubuh dalam melawan penyakit.
Menurut Dr. Mac Fadon, seorang doktor dari Amerika, “Puasa adalah seperti tongkat ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit yang membabitkan perut.” Fadon sudah banyak mengobati penyakit dengan menganjurkan pasiennya berpuasa, sebagai alternatif obat-obatan modern. Dan puasa bukan saja dapat menjaga kesehatan dan melawan penyakit, bahkan dapat juga menajamkan pikiran kita.
Dalam ilmu biologi, ketika perut dan usus melakukan proses pencernaan, otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Ini karena tenaga dan aliran darah tertumpu kepada kerja-kerja penghancuran makanan. Karena itulah, apabila kita makan sampai terlalu kenyang, otak kita akan menjadi lemah untuk berpikir dan tubuh pun akan mengantuk dan malas. Ketika berpuasa, tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada otak. Ini menjadikan otak dapat bekerja dengan lancar dan memberi peluang kepada diri kita untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang menggunakan mental dan fisik.
Dr. Alan Cott, Seorang pakar pengobatan Amerika Serikat melaporkan soal hasil penyelidikan psikologi bahwa puasa mempengaruhi kecerdasan seseorang. Ujian dilakukan terhadap sejumlah orang yang rajin berpuasa dan orang yang tidak berpuasa. Hasilnya, ternyata orang yang rajin berpuasa memperoleh skor  yang jauh lebih tinggi dalam ujian dibanding orang yang tidak berpuasa.
Puasa juga insyaAllah dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam kongres antarabangsa yang bertema “Kesehatan dan Ramadhan” yang diadakan di Casablanca, Morocco pada tahun 1996, pakar-pakar obat dan pengobatan dari seluruh dunia telah memaparkan sekitar 50 kajiannya masing-masing. Semua kajian itu menyatakan bahwa puasa mampu mencegah serta menyembuhkan pelbagai jenis penyakit yang dihadapi manusia. Kesimpulan kongres itulah yang menekankan 4 fadhilah berpuasa dari sudut kesehatan, yaitu, menurunkan gula darah, tekanan darah, lipid darah dan berat badan.
Sedangkan dunia pengobatan juga telah mengenal berbagai penyakit yang dialami masyarakat masa kini dan antara penyakit yang paling sering dialami manusia saat ini menurut Organisasi Kesehatan seDunia ialah disebabkan sindrom metabolik. Sindrom ini meliputi 4 masalah yaitu: (1) glukos darah tinggi (2) Tekanan darah tinggi (3) Lipid darah tinggi dan (4) lebih berat badan atau obesitas.
Dengan meneliti penyakit utama yang menimpa dunia saat ini dengan melakukan puasa, terbukti sangat manjur untuk mencegah penyakit sindrom metabolik yang melanda dunia masa kini.
Al-Harits seorang doktor Arab mengatakan :“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.”
Dr. Alexis Carel seorang doktor antarabangsa dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran, menyatakan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
Puasa dapat manambahkan kesegaran dan kesehatan pada tubuh, karena perut yang sentiasa bekerja memproses makanan juga perlu berhenti bekerja untuk sementara waktu. Dan ketika berpuasa itulah perut kita beritirahat dan kembali mendapatkan kesegaran untuk bekerja kemudian. Sama juga seperti mesin kereta yang mungkin tidak tahan lama jika dipaksa untuk sentiasa berjalan tanpa henti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar